Senin, 07 Mei 2012

JANGAN KULIAH KALAU GAK SUKSES

Kita ingin menggapai sesuatu tujuan, entah itu namanya mimpi atau cita-cita, pasti kita berangan-angan tentang apa yang akan kita lakukan ketika kita mencapai tujuan tersebut. Membayangkan satu kejayaan yang akan kita dapatkan bila berhasil namun kita sering lupa membayangkan satu hal, yaitu bagaimana menggapai tujuan tersebut. Ya, manusia sering jump to conclusion tiap kali mereka ingin sesuatu. Padahal untuk mencapai suatu tujuan tidak semudah membayangkan hasil dari tujuan tersebut.

Salah satu hal yang mengganggu kita untuk menggapai tujuan atau kesuksesan kita adalah kemalasan. Apapun bentuknya entah menunda-nunda pekerjaan, atau bahkan tidak melakukan pekerjaan sama sekali membuat kita tidak akan bisa menggapai tujuan tersebut. Namun kalau kita perhatikan lingkungan sekitar, banyak orang-orang sukses, banyak orang dengan bakat unik, entah menyanyi, olahraga, dan lain-lain, dan banyak orang mampu menggapai mimpi-mimpinya, tapi apakah kita pernah merenungkan bagaimana caranya orang-orang tersebut mampu meraih apa yang ditujukannya?

Saya kemudian berpikir dan akhirnya menemukan satu jawaban, sebenarnya hanya pemikiran semata, tentang bagaimana orang-orang tersebut mampu menggapai tujuannya. Jawabannya adalah waktu. Ya, orang-orang tersebut menggunakan waktu mereka lebih banyak dari orang lain untuk memikirkan bagaimana cara untuk mencapai tujuannya. Mengapa saya tiba-tiba terpikirkan waktu?
Karena saya sering menyadari bahwa waktu sering terlewat begitu saja tanpa menyadari apa saja yang telah saya lakukan.

Seorang David Beckham tidak mungkin dapat melakukan tendangan bebas sebegitu hebatnya tanpa melakukan latihan keras, seorang Muhammad Ali tidak akan dapat menjadi petinju kelas dunia jika ia tidak berlatih lebih keras dari yang lain, seorang pengusaha tidak akan sukses jika ia tidak meluangkan waktunya lebih banyak untuk mengembangkan usahanya, dan kita tidak akan bisa menggapai tujuan kita tidak meluangkan waktu kita lebih banyak untuk menggapai tujuan kita.

Melihat contoh ini kita dapat menyimpulkan satu hal bahwa dengan meluangkan waktu lebih banyak pada hal yang kita impikan atau kita tuju akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Hal ini sebenarnya berlaku untuk hidup kita. Bayangkan jika kita ingin menjadi sukses, ketika kita gagal, apakah kita akan menghentikan untuk menghabiskan waktu untuk kembali mencoba lagi dan lagi sampai berhasil?
Namun sekedar meluangkan waktu lebih banyak untuk usaha saja kurang optimal. Untuk itu penggunaan waktu akan lebih baik jika kita dapat membagi ke dalam 3 bagian: waktu perencanaan, waktu pelaksanaan, dan waktu evaluasi.


1. Waktu Perencanaan
Ini adalah bagian ketika kita mulai merencanakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana kita mencapainya. Pada kondisi ini kita harus menuliskan step by step process secara mendetail agar kita tahu apa yang harus kita lakukan dan agar kita tidak kehilangan arah saat melakukan usaha kita. Perlu diperhatikan pada kondisi ini kita harus memerhatikn beberapa hal: target yang ingin kita capai, bagaimana cara kita mencapainya, dan kapan kita mencapainya. Perencanan itu memang mudah, tapi tidak semudah melaksanakannya.

2. Waktu Pelaksanaan
Ini adalah bagian yang paling sulit dan membutuhkan ketekunan tingkat tinggi untuk melaksanakan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Mengapa sulit?Karena akan banyak godaan yang menghampiri kita seperti rasa malas, rasa untuk berhenti dan menyerah, rasa takut, dan lain sebagainya. Untuk itu yang diperlukan di sini adalah mental yang kuat untuk tetap melaksanakan apa yang telah direncanakan. Ingat selalu bahwa ketika kita gagal kita harus kembali bangkit lagi. Yang terpenting dari sebuah kegagalan adalah bukan seberapa dalam kita merenungi kegagalan kita, tapi seberapa cepat kita bisa bangkit dari kegagalan tersebut (Argamaya). Ya dengan kata lain ketika kita gagal, cepatlah bangkit dan kembali berusaha untuk kembali mencapai tujuan kita.

3. Waktu Evaluasi (Pemeriksaan)
Setelah kita melaksanakan apa yang telah kita lakukan, saatnya kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan. Di mana letak kesalahan kita, seberapa jauh kita menyimpang dari rencana awal kita, dan bagaimana cara mengatasi kesalahan yang kita lakukan dalam menggapai tujuan kita tersebut. Hal ini sangat penting agar kita dapat mengintrospeksi diri kita sehingga dapat memperbaiki di dari kesalahan yang kita lakukan. Ketika kita telah mengevaluasi, masukan apa yang harus kita lakukan ke dalam waktu perencanaan, sehingga ketika kita masuk ke waktu pelaksanaan kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita tinggalkan.
Terkadang kita sering merasa malas untuk meluangkan lebih banyak waktu kita untuk waktu-waktu yang telah disebutkan di atas. Sebenarnya ini bukan masalah malas atau tidak malas, tetapi seberapa besar kemauan kita untuk mencapai tujuan kita tersebut. Tentu kita tidak mau disebut Hanya omongan  yang hanya bisa membicarakan mimpi dan tujuan kita tanpa memikirkan dan melaksanakan usaha yang berarti untuk menggapai tujuan kita tersebut.
Percayalah, ketika kita meluangkan waktu lebih banyak untuk menggapai tujuan kita, peluang kita menggapai tujuan tersebut akan lebih besar. Jadi, masihkah kita bermain-main dengan waktu kita untuk mencapain tujuan?atau kita menggunakan waktu kita lebih banyak untuk tujuan tersebut?Jawabannya tergantung pada kemauan kita untuk mendapatkan tujuan tersebut…
(M.Imadudin Hanif, UB08)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar